logo-navbar

Info Perusahaan

11 November 2022

PT. Surya Inti Primakarya Berpartisipasi Dalam Trade Expo Indonesia 2022

Jakarta – PT Surya Inti Primakarya turut berpartisipasi dalam pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2022 yang ke-37. Acara ini diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, yang berlangsung dari tanggal 19 sampai 23 Oktober 2022. Pameran ini secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, yakni Bapak Joko Widodo pada Rabu (19/10).

Dalam TEI kali ini, PT. SIP menggelar booth yang terletak di Hall 5 ICE BSD untuk mempromosikan produk unggulan ekspor yang dibawa dari Provinsi Riau dan layanan ekspor-impor yang dimiliki oleh PT SIP.

Menurut Van Ricardo, selaku Direktur PT SIP, pameran TEI 2022 merupakan momentum bagi PT. SIP untuk memperkenalkan keunggulan-keunggulan produk pertanian dan perkebunan dari Riau.

"Kami membawa misi bahwa PT. SIP juga punya produk unggulan yang tidak kalah saing,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Van mengungkapkan jika PT. SIP saat ini sudah siap meramaikan pasar global. Menurutnya, sudah ada beberapa produk pertanian yang berhasil diekspor.

"Seperti Pinang kering. Hasil pertanian dari Riau ini telah ekspor ke Thailand, Iran, India hingga Dubai," jelasnya.

Ia menuturkan, pihaknya juga terus mendorong produk-produk lokal lainnya yang belum di ekspor untuk bisa meramaikan pasar global.

"Jadi, produk yang kami tampilkan sebenarnya sudah siap meramaikan pasar global. Kami harapkan di TEI ini, kami bisa bertemu dengan para buyers potensial untuk melakukan transaksi internasional. Dengan begitu, bisa membantu pemulihan dan penguatan ekonomi global," ucapnya lagi.

Direktur PT. SIP tersebut mengaku dengan diselenggarakannya TEI 2022 ini, dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan produk pertanian dan perkebunan UMKM, untuk bisa meningkatkan potensi ke pasar global, dan berharap melalui pameran ini produknya bisa sukses di pasar global.

"Target kami bisa mendapat klien untuk bisa melakukan ekspor," ucap Van kemudian.

Sementara itu, pengunjung yang menghadiri Trade Expo Indonesia 2022 tidak hanya dari wilayah domestik, namun ada banyak kunjungan ekspatriat dari beberapa negara, seperti Jepang, Amerika, India, China, dan negara di kawasan Arab dan Afrika. 

Tak hanya sebagai pengunjung, namun peserta yang hadir turut memberikan perhatian terhadap produk ekspor PT SIP. Selain itu, baik para pengunjung dan buyer juga berkesempatan menjalin kerjasama dengan PT Surya Inti Primakarya.


28 March 2022

Dirjen Bea Cukai Lakukan Kunjungan Kerja Ke PLB PT Surya Inti Primakarya

Direktur Jenderal Bea Cukai, Bapak Askolani melakukan kunjungan kerja ke Pusat Logistik Berikat PT. Surya Inti Primakarya Pekanbaru pada Rabu, 23 Maret 2022. Kunjungan ke PT. SIP dilakukan untuk memantau proses serta mendapatkan feedback terkait pelayanan kepabeanan yang telah diberikan.

Komisaris PT. Surya Inti Primakarya, Bapak Toni dan Ibu Liyanti turut mendampingi dalam kunjungan kerja tersebut. Dalam kunjungannya, pak Askolani melihat langsung komoditas ekspor PT. SIP seperti pinang, wooden cooler box, hingga PAO serta mengunjungi pabrik sekaligus gudang khusus komoditas pinang yang sedang dalam tahap pembangunan.

“Beberapa waktu lalu, kami telah berhasil mengekspor komoditas pinang ke berbagai negara, salah satunya Thailand yang saat ini masih terus berjalan ekspor pinang ke negara tersebut” ujar Pak Toni

Pak Toni mengatakan bahwa masih ada beberapa produk pertanian dan perkebunan yang akan menjadi target ekspor PT. SIP selanjutnya. Karena beliau melihat peluang yang cukup besar untuk UMKM menjadi pemasok pasar internasional.

“Kami berharap agar kami dapat memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional khususnya di Riau dengan terus melakukan ekspor” tambah Pak Toni

“Semoga lebih banyak UMKM yang dapat terbantu untuk kegiatan ekspor tersebut sekaligus mengecek minat pasar di negara tujuan ekspor. Kemudian jika perkembangan permintaan pasarnya positif bisa melakukan ekspor mandiri di masa depan” ungkap Bu Liyanti selaku Komisaris PT. SIP

Kebertahanan usaha PT. SIP dalam masa pandemi sangat membantu program PEN dan membantu kegiatan sosial ekonomi di sekitar kawasan industri perkebunan.

Pak Van selaku Direktur PT. SIP berkata bahwa sebagai pengguna jasa kepabeanan, PT. SIP akan menerima semua saran, pendapat, dan apresiasi sebagai bahan koreksi agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.

Di akhir kunjungan, diadakan sharing session sederhana antara Komisaris dan Direktur PT. SIP dengan Dirjen Bea Cukai beserta rombongan sambil menikmati jamuan yang telah disediakan.


29 December 2021

Gubernur Riau Lepas Ekspor Pinang Ke Thailand

PEKANBARU – Gubernur Riau, Syamsuar secara resmi melakukan pelepasan 80 ton ekspor pinang melalui Pusat Logistik Berikat PT. Surya Inti Primakarya di Pekanbaru senilai USD 186.300 atau setara dengan Rp2.676.758.400. Pada Kamis, (23/12/2021) pelepasan ekspor pinang dengan tujuan Thailand dilepas secara virtual oleh Menteri Perdagangan Indonesia, Muhammad Lutfi bersamaan dengan 17 daerah lainnya di Indonesia dalam ekspor akhir tahun 2021.

Komisaris PT. Surya Inti Primakarya, Toni mengatakan, permintaan terhadap pinang di luar negeri cukup besar. Sehingga PT. Surya Inti Primakarya telah beberapa kali melepas ekspor Pinang ke berbagai negara.

"PT. Surya Inti Primakarya telah berhasil menambah devisa negara dengan capaian hasil ekspor selama tahun 2021 sebesar USD 14.921.576 atau Rp 212 Miliar melalui PLB Dumai dan PLB Pekanbaru," jelasnya.

 

Mengenai target tahun depan, Toni berharap dapat melepas ekspor pinang sebanyak 500 ton per bulan atau 20 container.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar mengaku bangga dengan ekspor pinang PT. Surya Inti Primakarya.

Gubernur Riau mengungkapkan bahwa Provinsi Riau merupakan penyumbang devisa negara yang melebihi target dan ekspor nonmigas tertinggi.

"Alhamdulillah, 2021 ini ekspor nonmigas yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir adalah Riau dan Riau termasuk penyumbang devisa negara cara pajak dan bea cukainya juga melebihi target," kata Syamsuar.

 

Oleh karena itu, pihaknya bangga karena Riau banyak mengekspor produk-produk non migas terutama pertanian dan perkebunan yang juga merupakan tumbuhnya usaha - usaha kecil di Provinsi Riau. Harapan untuk kedepannya, pihak terkait dapat mempertahankan ekspor secara bersama - sama.

Ekspor Pinang melalui PLB (Pusat Logistik Berikat) PT. Surya Inti Primakarya memiliki nilai ekspor sebesar Rp 10 miliar yang dilaksanakan secara bertahap. PLB PT Surya Inti Primakarya sendiri merupakan perintis Fasilitas PLB di Riau pada tahun 2019 dan berfokus mendukung IKM/UMKM untuk dapat ekspor produknya.


01 July 2021

Mantap! PT. SIP Ekspor Pinang ke Thailand

Riau - Provinsi Riau merupakan sebuah daerah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Beragam komoditas yang dapat di ekspor ke luar negeri adalah sebuah anugerah dan peluang yang tentunya tidak boleh terlewatkan.

Melalui aktivitas ekspor, hasil perkebunan Indonesia menjadi salah satu pencetus pembangunan nasional karena menghasilkan devisa non migas dalam jumlah yang besar. Salah satu komoditi ekspor hasil perkebunan Indonesia yang banyak diminati pembeli dari luar negeri adalah buah pinang.

Melihat peluang tersebut, PT. SIP turut serta melakukan ekspor pinang ke negara tetangga yaitu Thailand. Van Ricardo selaku Direktur PT. SIP mengatakan bahwa meskipun Thailand adalah negara produsen pinang, akan tetapi masih membutuhkan pinang dari Indonesia khususnya dari tanah Sumatera.

"Hingga saat ini, pinang dari Sumatera sudah di ekspor sebanyak 4 Kontainer 40ft dan masih terus berlanjut. Pinang - pinang tersebut diperoleh dari para UMKM di Provinsi Riau yang dikumpulkan di kami, kemudian kami ekspor ke Thailand" ucap Van Ricardo.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan PT SIP dapat terus berkontribusi dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan terus mendorong UMKM agar dapat melakukan ekspor berbagai komoditas.


01 May 2021

Penghargaan untuk BLKP Sebagai Kontributor Terbesar 2020

Bea Cukai Pontianak memberikan Piagam Penghargaan kepada PT. Bumi Lancang Kuning Pusaka (BLKP) sebagai penyumbang bea masuk terbesar di tahun 2020. Piagam penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh pihak Bea Cukai yang ada di Pontianak kepada Bapak Sukirno selaku perwakilan dari BLKP. Hal ini dilakukan karena BLKP sudah menyumbang bea masuk KPP Pontianak sebesar 24 Milyar, dimana bea masuk tersebut melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar 20 Milyar.

Acara penghargaan ini diselenggarakan secara daring (online) melalui aplikasi zoom yang dihadiri oleh seluruh tamu undangan yang tersebar di kawasan Pontianak. Piagam penghargaan yang ditujukan untuk BLKP ini diterima langsung di Kantor Bea Cukai Pontianak pada tanggal 19 April 2021.

Dengan adanya penghargaan ini, tentunya menjadi salah satu bukti dari keseriusan BLKP dalam melakukan proses bisnis yang berintegritas tinggi serta terus berperan aktif dalam mendukung perekonomian Nasional. Semoga ditahun - tahun mendatang, BLKP bisa terus tumbuh dan berkembang sehingga bisa meningkatkan kontribusinya terhadap kemajuan perekonomian.


03 February 2021

Ekspor Perdana PLB dari SIP Tembus ke Amerika Serikat

Pekanbaru, 22 Januari 2021: Melalui program kebijakan pemulihan ekonomi Nasional, Kantor Wilayah Direktor Jendral Bea dan Cukai Riau melepas ekspor perdana komoditi non migas dari Riau melalui Pusat Logistik Berikat PT. Surya Inti Primakarya sebanyak 430 unit wooden cooler box produksi PT. Karunia Alam Riau yang akan diekspor ke tujuan Kansas, Amerika Serikat. Pelepasan ini dilakukan secara seremonial yang berlangsung di Pusat Logistik Berikat dari PT. SIP, yang berada di Pergudangan Global Mas, Jalan Garuda Sakti, Km 5.

Acara pelepasan ini dihadiri oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riau, Direksi PT. Karunia Alam Riau dan PT. Surya Inti Primakarya serta undangan lainnya.

Ekspor perdana 430 unit wooden cooler box dari Pusat Logistik Berikat PT. Surya Inti Primakarya Riau merupakan produksi PT. Karunia Alam Riau yang mendapat fasilitas kemudahan ekspor perdana komoditi non migas dari Riau. Kemudahan layanan ekspor impor tersebut merupakan salah satu upaya Dirjen Bea dan Cukai Kanwil Riau dalam membina UMKM dan IKM Riau untuk memanfaatkan fiskal dari pemerintah. Menurut Hartono, selaku Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Riau adanya Pusat Logistik Berikat perlaku ekortir ataupun importir dibebaskan dari kewajiban PPN.

Total ekspor perdana wooden cooler box sebanyak 430 unit dengan nilai 350 juta dari total permintaan sebanyak 10.000 unit sebesar 8 miliyar. Dan untuk pengiriman selanjutnya, dijadwalkan 4 kontainer setiap bulannya.

Bea Cukai yang berada di provinsi Riau ingin membuktikan dan meyakinkan para pengusaha UMKM/IKM bahwa ekspor itu mudah dan Bea Cukai siap untuk membantu, membina dan mengasistensi UMKM/IKM sampai dapat dilakukannya ekspor.

PT. Karunia Alam Riau mengekspor untuk pertama kalinya produk wooden cooler box produksi miliknya ke Amerika Serikat. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, khususnya Kanwil DJBC Riau bekerja sama dengan PLB dari PT. SIP untuk membina para UMKM/IKM yang berlokasi di Provinsi Riau dengan menggunakan prasarana Fiskal dari Pemerintah.

Dengan adanya kemudahan ekspor melalui pusat logistik berikat (PLB) yang ada di Pekanbaru, Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan mendukung industri UMKM untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. Dengan adanya kemudahan ekspor ini, diharapkan dapat terus meningkat dan membuka pasar ekspor lainnya secara global.


15 October 2021

Pinang Asal Riau Tembus Pasar Iran

Pekanbaru - Ekspor pinang menjadi bisnis yang menjanjikan. Meski di tengah pandemi Covid-19, harga pinang tak pernah mengalami penurunan harga. Walau harga pinang sudah mulai naik per Agustus 2021 menjadi Rp 19 ribu per Kilogram, namun pinang Indonesia masih menjadi primadona di pasar luar negeri sehingga ekspor pinang terus dijalankan.

Pada hari Jumat (17/09) PT Surya Inti Primakarya (SIP) telah mengekspor buah pinang kering (Betel Nut) sebanyak 17 ton yang diangkut dalam satu kontainer berukuran 20 ft. Komoditas tersebut diangkut melalui Pelabuhan Belawan menuju timur tengah, tepatnya negara Iran.

“Pengiriman pinang kali ini merupakan pengiriman yang ke 5 dalam kurun waktu tahun 2021,” ujar Sandri selaku Penanggungjawab PLB PT. Surya Ini Primakarya.

Sebelum dilakukannya ekspor, petugas karantina melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik, memastikan komoditas pinang tersebut bebas hama dan penyakit. Jika ditemukan adanya investasi hama, maka dilakukan tindakan karantina seperti fumigasi atau tindakan karantina lainnya guna mengeliminasi hama tersebut. Hal ini agar tidak terjadi penolakan saat tiba di negara tujuan. Setelah dinyatakan sehat dan bebas dari target Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), biji pinang siap berlayar menuju Iran. Dengan kondisi biji pinang yang sehat tentunya siap bersaing di pasar Internasional.

Pejabat Karantina Pertanian Pekanbaru mengatakan sudah menjadi kewenangan karantina untuk menjamin mutu pinang ekspor supaya memenuhi persyaratan yang diberlakukan, terutama bebas dari kontaminan serangga hidup hingga ke level zero.

Ekspor pinang masih akan terus dilakukan oleh PT. Surya Inti Primakarya. Selain ke Iran, ekspor pinang rencananya juga akan dilakukan ke Thailand dengan jumlah yang lebih besar. Dan sebagai PLB, perusahaan eksportir akan mendapatkan fasilitas fiskal berupa pembebasan penyerahan PPn dengan syarat barang harus diperdagangkan dalam PLB.
 


Konsultasi lebih lanjut?

Silahkan isi data di bawah, kami akan segera menghubungi anda!

wajib diisi minimal 3 karakater
wajib diisi minimal 3 karakater
email tidak valid
no telepon tidak valid
pesan tidak boleh kosong
Your Message Has Been Sent..