Dalam dunia industri dan laboratorium, penggunaan bahan kimia tidak lepas dari risiko bahaya. Untuk itu, dibutuhkan dokumen keselamatan yang menjelaskan bahaya, cara penanganan, dan prosedur darurat. Dokumen ini dikenal dengan sebutan Material Safety Data Sheet (MSDS).
Namun, karena formatnya tidak seragam, Occupational Safety and Health Administration (OSHA) menetapkan bahwa penggunaan MSDS diganti dengan Safety Data Sheet (SDS) sebagai standar global yang lebih konsisten.
Apa Itu Safety Data Sheet (SDS)?
Apa Itu Safety Data Sheet (SDS)?" src="https://sip-exim.co.id/uploads/filemanager/Apa-Itu-Safety-Data-Sheet-SDS.jpg" style="width:80%" />
Safety Data Sheet (SDS) adalah dokumen resmi yang berisi informasi lengkap mengenai suatu bahan kimia, terutama yang tergolong berbahaya. Dokumen ini berfungsi untuk memberikan panduan kepada pengguna dalam menangani, menyimpan, dan merespons paparan bahan tersebut dengan aman.
SDS terdiri dari 16 bagian terstandar, yang kini menjadi acuan internasional di berbagai sektor industri dan laboratorium. Oleh karena itu, berkat dokumen tersebut, pengguna bisa mengidentifikasi jenis dan tingkat risiko bahan kimia.
Dengan SDS, pengguna juga bisa mengetahui cara penanganan, penyimpanan, dan pembuangan yang tepat, serta memahami langkah pertolongan pertama dan prosedur kedaruratan yang perlu diambil saat terjadi insiden.
Baca Juga: Shipping Order dan Fungsi-Fungsinya Untuk Logistik
Apa Saja Isi Safety Data Sheet (SDS)?
Apa Saja Isi Safety Data Sheet (SDS)?" src="https://sip-exim.co.id/uploads/filemanager/Apa-Saja-Isi-Safety-Data-Sheet-SDS.jpg" style="width:80%" />
Setiap SDS disusun dalam 16 bagian yang berurutan dan wajib ada. Berikut ringkasan isi dan fungsi tiap bagiannya:
- Identifikasi produk
- Identifikasi bahaya
- Komposisi/informasi bahan
- Tindakan pertolongan pertama
- Tindakan pemadaman kebakaran
- Tindakan jika terjadi tumpahan atau kebocoran
- Penanganan dan penyimpanan
- Pengendalian paparan dan perlindungan diri
- Sifat fisik dan kimia
- Stabilitas dan reaktivitas
- Informasi toksikologi
- Informasi ekologi
- Pertimbangan pembuangan
- Informasi transportasi
- Informasi regulasi
-Informasi lainnya
Apa Saja Perbedaan MSDS dan SDS?
Apa Saja Perbedaan MSDS dan SDS?" src="https://sip-exim.co.id/uploads/filemanager/Apa-Saja-Perbedaan-MSDS-dan-SDS.jpg" style="width:80%" />
Walaupun memiliki fungsi yang sama, SDS dan MSDS memiliki beberapa perbedaan penting:
Cakupan Penggunaan
MSDS hanya digunakan di beberapa negara. Sementara itu, SDS diterapkan secara global sebagai bagian dari sistem GHS (Globally Harmonized System).
Format dan Standarisasi
MSDS tidak memiliki struktur baku dan bisa berbeda antara satu perusahaan dan lainnya. Di sisi lain, SDS selalu terdiri dari 16 bagian yang sudah distandarkan secara internasional.
Status Hukum
Di Indonesia, SDS sudah diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian No. 23 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya. Sedangkan, MSDS tidak memiliki landasan hukum yang kuat.
Relevansi
MSDS saat ini sudah tidak lagi digunakan secara luas dan telah digantikan oleh SDS, khususnya dalam konteks ekspor dan impor bahan kimia antar negara.
Kesimpulan
Peralihan dari MSDS ke SDS bukan hanya soal perubahan nama, tetapi merupakan bagian dari upaya global untuk menciptakan sistem keselamatan kerja yang lebih terstandar dan mudah dipahami.
Dengan SDS, informasi mengenai bahan kimia menjadi lebih konsisten, lengkap, dan dapat diakses oleh siapa saja yang berkepentingan.
***
Ingin agar ekspor dan impor berlangsung lebih cepat dan menguntungkan? Jangan ragu, percayakan saja kepada PT Surya Inti Primakarya (SIP)!
SIP adalah jasa forwarder yang mengurus pengiriman dalam dan luar negeri. Bersama kami, kegiatan pengiriman barang, termasuk ekspor dan impor, akan berjalan lebih mudah, cepat, menguntungkan, dan pastinya efisien.
Penasaran dan ingin dapat penawaran terbaik dari SIP? Klik hubungi kami sekarang juga!